Aku LELAH. . .
Aku letih dengan semua pertanyaan itu.
Aku muak dengan segala kata-kata manis penuh rasa kasihan
itu.
Seolah dunia mengerti aku, padahal tidak.
Kata-kata itu, suara-suara itu hanyalah bisikan yang entah
simpati atau hanya ingin tertawa diatas kekecewaan ini.
Aku LELAH. . .
Aku merindukan tangan yang bersedia menangkapku
Aku merindukan jemari yang menghapus air mataku
Aku merindukan bahu untuk bersandar, menopang aku dari
kekecewaan ini.
Tahukah kau,
Aku lelah menanti datangnya angin yang membawa serta lukaku
Aku benar-benar lelah menanti datangnya hujan yang membasuh
tangisku,
Aku menanti semua itu untuk mengobati semuanya. . .
Aku LELAH ! ! !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar